Bagaimanakah Potret Perilaku Individu Narsisistik dalam Organisasi?
Menurut Freud individu narsisistik adalah mereka yang senang dikagumi, sangat independent dan tidak mudah didekati. Mereka adalah innovator di perusahaan dan sangat terpacu untuk memperoleh kekuasaan dan kejayaan. Mereka dikenal sebagai pemimpin yang penuh visi dan memiliki banyak pengikut. Namun demikian mereka juga memiliki kekurangan yaitu tidak mau menerima kritik, kurang empathy, bukan pendengar yang baik, sulit dibimbing dan membimbing orang lain, dan memiliki jiwa kompetisi yang cenderung berlebih-lebihan. Dalam pekerjaan sehari-hari individu narsisistik menunjukkan prinsip-prinsip seperti:
· Saya dapat melakukan apa saja (Omnipotence)
· Saya dapat ditemui dimana saja (Omnipresence)
· Saya tahu segala sesuatu (Omniscience)
· Saya dikagumi dan dicintai semua orang
Dalam penilitian yang dilakukan oleh Buss dan Chiodo (1991) perilaku sehari-hari individu-individu narsisistik dikategorikan dalam 8 kategori sebagai berikut:
· Perilaku narsisistik: bercermin dan berdandan secara konstan, memancing pujian orang lain, menanyakan persepsi orang lain tentang dirinya, selalu menonjolkan kinerja dan prestasinya, mencela kemampuan dan merendahkan prestasi orang lain, dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain.
· Perilaku eksibisionis: menjadi pusat perhatian dalam perkumpulan, menghamburkan uang untuk membuat orang lain kagum, berbicara keras-keras supaya orang lain mendengar, membantah demi menarik perhatian, dan suka memamerkan harta miliknya.
· Perilaku grandiose: mengharapkan orang lain untuk mengalah, menghindarkan diri dari orang yang dianggapnya lebih rendah, menyatakan betapa hebatnya dia, mengambil alih pimpinan rapat, menominasikan diri sebagai orang yang memiliki kekuasaan.
· Perilaku yang terpusat pada diri sendiri (self centered): membuat keputusan tanpa mengindahkan orang, memaksa orang lain untuk mendengarkan ceritanya tanpa mau mendengar cerita orang lain, tidak mau berbagi dengan orang lain, meminta orang lain untuk mengikuti jadwalnya.
· Perilaku entitlement: meminjam tanpa berniat mengembalikan, datang pada saat yang tidak tepat dan mengharapkan untuk dilayani, mengundang diri sendiri ke pesta, menggunakan milik orang lain tanpa meminta ijin dahulu, menuntut perlakuan istimewa yang bukan pada tempatnya.
· Perilaku ekspansif (self-aggrandizing): senang menonjolkan kekayaannya, hanya mau bersosialisasi dengan orang ternama dan berstatus tinggi, senang menunjukkan kesalahan orang lain, datang terlambat pada saat meeting untuk menunjukkan bahwa ia penting dan memukau.
· Perilaku yang tidak empatik: tidak menghiraukan perasaan orang lain, tidak berduka ketika orang lain mengalami musibah, tidak mau mendengar masalah yang dihadapi oleh orang lain, menginterupsi percakapan orang lain.
· Perilaku manipulatif: hanya mau melakukan kebaikan dengan pamrih, meminta orang lain untuk mengerjakan pekerjaannya dan perilaku manipulatif lainnya. (
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
post your comment now....